Dinkes Kota Metro Lanjutkan Estafet Tracing TBC Terintegrasi CKG, Kini Giliran Kelurahan Purwosari

KOTA METRO, Senin (21/09/2026) — Upaya Dinas Kesehatan Kota Metro memperkuat penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) secara aktif terus berlanjut dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Setelah sebelumnya dilaksanakan di Kelurahan Sumbersari Bantul, rangkaian tracing TBC yang diintegrasikan dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) kini berlanjut di Kelurahan Purwosari, Senin (21/09/2026).

Pelaksanaan di Purwosari menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang akan menyasar 22 kelurahan se-Kota Metro secara bertahap. Pola estafet ini dilakukan agar upaya deteksi dini TBC tidak berhenti pada satu titik, tetapi menjangkau masyarakat secara lebih luas dan merata.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, dr. Fitri Agustina, M.KM., mengatakan tracing TBC terintegrasi CKG menjadi salah satu strategi untuk memperkuat active case finding atau penemuan kasus secara aktif di masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menemukan terduga TBC lebih dini, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan sekaligus memastikan kontak erat yang memenuhi syarat dapat memperoleh Terapi Pencegahan TBC (TPT).

“Kegiatan ini kita laksanakan secara bertahap dari satu kelurahan ke kelurahan berikutnya. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang terjangkau, kasus dapat ditemukan lebih dini, dan rantai penularan TBC bisa kita tekan bersama,” ujar dr. Fitri.

Di Kelurahan Purwosari, pelaksanaan tracing menyasar masyarakat yang memiliki risiko penularan, termasuk kontak serumah pasien TBC, kontak erat di lingkungan sekitar, serta kelompok masyarakat yang memiliki faktor risiko lainnya.

Petugas kesehatan bersama kader melakukan proses skrining, pendataan kontak, edukasi, serta mengarahkan warga yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Integrasi tracing dengan layanan CKG juga menjadi strategi untuk memperluas manfaat pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat. Pendekatan semacam ini sejalan dengan pelaksanaan tracing TBC terintegrasi CKG di berbagai daerah, yang memadukan pendataan kontak, mobilisasi masyarakat berisiko, skrining, hingga tindak lanjut di fasilitas kesehatan.

Dari Sumbersari Bantul ke Purwosari, Gerakan Terus Bergulir

Pelaksanaan di Purwosari menunjukkan bahwa kegiatan tersebut bukan program sesaat. Setelah titik awal di Sumbersari Bantul, tracing dilanjutkan ke wilayah lain sesuai jadwal yang telah disusun.

Dinas Kesehatan Kota Metro menargetkan pola yang sama terus bergerak hingga seluruh kelurahan mendapatkan giliran pelaksanaan.

Dengan sistem bergilir tersebut, setiap puskesmas dan kelurahan memiliki kesempatan untuk memperkuat pemetaan kelompok berisiko, meningkatkan edukasi masyarakat, serta mempercepat penemuan kasus yang sebelumnya belum terdeteksi.

“Setiap wilayah memiliki karakteristik dan kondisi masyarakat yang berbeda. Karena itu, kegiatan dilakukan secara bertahap agar pelaksanaan lebih terarah dan masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan dapat benar-benar terjangkau,” kata dr. Fitri.

Deteksi Dini Jadi Kunci Memutus Penularan

Tracing kontak menjadi bagian penting dalam pengendalian TBC karena membantu menemukan orang yang memiliki riwayat kontak dengan pasien serta kelompok lain yang berisiko.

Melalui penemuan lebih awal, masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan dapat segera ditindaklanjuti sehingga penanganan tidak terlambat.

Dinas Kesehatan Kota Metro juga terus mengingatkan masyarakat agar tidak takut ataupun malu mengikuti skrining TBC.

“Kami mengajak masyarakat untuk terbuka dan tidak ragu mengikuti pemeriksaan ketika kegiatan hadir di wilayah masing-masing. Semakin cepat diketahui, semakin cepat pula langkah penanganan dan pencegahan dapat dilakukan,” ujar dr. Fitri.

Menuju 22 Kelurahan se-Kota Metro

Rangkaian tracing TBC terintegrasi CKG di Purwosari menjadi satu mata rantai dari gerakan yang lebih besar. Setelah satu kelurahan selesai, kegiatan akan diteruskan ke kelurahan berikutnya hingga seluruh wilayah Kota Metro terjangkau.

Dengan pendekatan tersebut, Dinas Kesehatan Kota Metro berharap penemuan kasus TBC semakin optimal, pemberian terapi pencegahan semakin luas, dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan terus meningkat.

Estafet tracing dari kelurahan ke kelurahan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen bahwa upaya menuju eliminasi TBC dilakukan dengan turun langsung ke masyarakat, menjangkau kelompok berisiko, dan memastikan tidak ada wilayah yang tertinggal.

Bagikan Berita :

admindinkes

Penulis

“Mengabarkan kolaborasi, inovasi & capaian dalam dunia kesehatan Kota Metro”

Dinas Kesehatan Kota Metro

"Bersama wujudkan masyarakat Kota Metro yang sehat, mandiri, dan sejahtera."

Edit Template

Tentang

Dinas Kesehatan Kota Metro berkomitmen meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang berkualitas, program promotif dan preventif, serta pengawasan fasilitas kesehatan di wilayah Kota Metro.

Call Center


WhatsApp


0821 8643 1119

24/7 Darurat

© 2025 Created by Dinas Kesehatan Metro