Visi Puskesmas
Visi UPTD puskesmas Metro sesuai dengan visi Dinas Kesehatan Kota Metro yang diadopsi dari visi Pemerintah Kota Metro. “Terwujudnya Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Metro yang Berpendidikan, Sehat, Sejahtera dan Berbudaya”
Misi Puskesmas
Misi UPTD puskesmas Metro berdasarkan dari misi Dinas Kesehatan Kota Metro yang mengadopsi misi dari Pemerintah Kota Metro, misi II (kedua) Pemerintah Kota Metro untuk bidang kesehatan mempunyai penjabaran sebagai berikut :
“Mewujudkan masyarakat sehat jasmani, rohani, dan sehat secara sosial.”
Berdasarkan hal tersebut di atas dan berdasarkan kebutuhan masyarakat di wilayah kerja UPTD puskesmas Metro, maka misi UPTD puskesmas Metro adalah:
1. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
2. Meningkatkan kerja sama lintas program dan lintas sektor.
3. Meningkatkan sistem informasi kesehatan.
4. Meningkatkan kemandirian masyarakat.
JAM KERJA PELAYANAN UPTD PUSKESMAS METRO
| No | HARI | JAM KERJA | PENDAFTARAN | PELAYANAN |
| 1 | Senin-Kamis | 07.30 s/d 14.00 | 07.30 s/d 12.00 | 08.00 s/d 12.00 |
| 2 | Jum’at | 07.30 s/d 11.45 | 07.30 s/d 11.00 | 08.00 s/d 11.00 |
| 3 | Sabtu | 07.30 s/d 13.30 | 07.30 s/d 11.30 | 08.00 s/d 12.00 |
MAKLUMAT PASIEN
- Berjanji untuk sanggup menyelenggarakan pelayanan sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan
- Sanggup memberikan pelayanan sesuai dengan kewajiban dan akan melakukan perbaikan secara terus menerus
- Bersedia untuk menerima sanksi, dan/atau memberikan kompensasi apabila pelayanan yang diberikan tidak sesuai standar


UPTD Puskesmas Metro sudah melaksanakan pelayanan ILP (Integrasi Layanan Primer) dan RME (Rekam Medis Elektronik) sejak awal tahun 2024. Pelayanan ILP dilaksanan sejak januari 2024, sedangkan untuk pelayanan RME dilaksanakan pada februari 2024
Pelaksanaaan pelayanan ILP dan RME Puskesmas Metro merujuk pada keputusan Menteri Kesehatan RI No. HK.01.07/Menkes/2015/2023 terkait juknis integrasi pelayanan Kesehatan primer.
Pelayanan Kesehatan Primer dilakukan dengan mendorong peningkatan upaya promotif dan preventif, didukung inovasi dan pemanfaatan teknologi. Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pendekatan Primary Health Care (PHC) melalui 3 strategi utama yaitu integrasi pelayanan kesehatan primer perorangan dan masyarakat, pemberdayaan individu dan masyarakat, serta kebijakan dan aksi multi sektor.
Strategi global pelayanan kesehatan berfokus pada individu (people centred, terintegrasi guna mewujudkan pelayanan yang lebih komprehensif, responsif dan terjangkau untuk mengatasi beragam kebutuhan kesehatan yang diperlukan masyarakat. Melalui pendekatan ini diharapkan setiap orang memiliki pengetahuan dan dukungan yang dibutuhkan untuk mampu membuat keputusan dan berpartisipasi dalam perawatan kesehatannya.
Kementerian Kesehatan menggulirkan transformasi sistem kesehatan. Terdapat 6 pilar transformasi sistem kesehatan sebagai penopang kesehatan Indonesia yaitu: Transformasi pelayanan kesehatan primer, Transformasi pelayanan kesehatan rujukan, Transformasi sistem ketahanan Kesehatan, Transformasi sistem pembiayaan Kesehatan,Transformasi SDM kesehatan dan Transformasi teknologi Kesehatan.
Integrasi pelayanan Kesehatan primer di puskesmas dibagi dalam 5 klaster yaitu:
Klaster 1 : Manajemen
Klaster 2 : Ibu dan Anak
Klaster 3 : Usia Dewasa dan Lanjut Usia
Klaster 4 : Penanggulangan Penyakit Menular
Klaster 5 : Lintas Klaster
dr. Hanny Dwi Rahayu sebagai penanggung jawab UKP ( Usaha Kesehatan Perseorangan Puskesmas)
Mengungkapkan bahwa “Pelayanan di Puskesmas Metro dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan sebelum di terapkannya ILP dan RME. Adapun dampak yang dirasakan setelah di terapkannya ILP yaitu dapat meningkatkannya upaya promoif dan preventif, sehingga mutu pelayanan dapat tercapai, guna meningkatkan drajat Kesehatan masyarakat yang lebih baik”.
Dr. Hanny juga berharap agar skrining ILP dapat terintegrasi ke RME sehingga dapat memudahkan petugas memberikan pelayanan kepada pasien. Sehingga pasien lebih merasakan manfaatnya, tujuan dilakukan skrining yaitu untuk penjaringan pencegahan penyakit sejak dini, guna mewujudkan upaya promotifdan preventif.


