Pelatihan keterampilan dasar kader Posyandu mencakup pengelolaan Posyandu, pelayanan kesehatan dasar untuk berbagai siklus hidup (ibu hamil, bayi, balita, remaja, dewasa, lansia), pencatatan dan pelaporan, serta komunikasi efektif. Pelatihan ini dilaksanakan secara digital melalui LMS (Learning Management System) Kemenkes yang disebut Plataran Sehat pada tanggal 1-3 Oktober 2025 dan dilanjutkan dengan praktik kerja lapangan pada tanggal 6 Oktober 2025 serta diakhiri dengan penilaian dan sertifikasi keterampilan.

Pelatihan Keterampilan Dasar Kader ini diikuti oleh 60 orang kader yang terdiri dari kader-kader yang ada di Kota Metro. Adapun tujuan keterampilan ini yaitu :
- Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dasar: Melatih kader tentang konsep dasar Posyandu, peran, dan fungsi mereka, serta kemampuan teknis untuk melakukan pelayanan kesehatan dasar.
- Meningkatkan kualitas pelayanan: Memastikan kader memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk memberikan pelayanan yang lebih baik, tepat, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
- Memperkuat manajemen Posyandu: Membekali kader agar mampu mengelola kegiatan Posyandu secara lebih profesional, mulai dari pelayanan kesehatan ibu dan anak hingga layanan untuk usia produktif dan lanjut usia.
- Meningkatkan kemampuan komunikasi: Melatih kader agar dapat berkomunikasi secara efektif, baik dengan masyarakat yang dilayani maupun dengan petugas kesehatan lainnya.
- Meningkatkan motivasi dan peran aktif: Meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, dan peran aktif kader sebagai mitra Puskesmas dalam penyelenggaraan dan pengembangan Posyandu di wilayah masing-masing.
- Menstandarkan kemampuan kader: Menstandarkan kemampuan para kader di seluruh wilayah agar dapat memberikan pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas.
- Mendukung program kesehatan nasional: Membekali kader dengan keterampilan sesuai standar program modern seperti Integrasi Layanan Primer (ILP) untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi serta masalah kesehatan lainnya

Keterampilan yang diajarkan
- Pengelolaan Posyandu: Mencakup penjelasan paket layanan Posyandu, pencatatan dan pelaporan, kunjungan rumah, serta komunikasi efektif.
- Ibu Hamil, Menyusui, dan Nifas: Meliputi penjelasan penggunaan Buku KIA, penyuluhan gizi (Isi Piringku), pengukuran berat badan dan lingkar lengan, serta deteksi dini risiko kehamilan dan nifas.
- Bayi dan Balita: Meliputi penggunaan Buku KIA, penyuluhan ASI eksklusif dan MP ASI, serta penimbangan dan pengukuran antropometri (berat badan, panjang/tinggi badan, lingkar kepala, lingkar lengan).
- Usia Sekolah dan Remaja: Meliputi penyuluhan gizi, aktivitas fisik, pencegahan anemia, dan bahaya merokok serta NAPZA.
- Usia Dewasa dan Lansia: Meliputi penyuluhan Germas (gizi seimbang, aktivitas fisik, cek kesehatan), penjelasan penyakit umum (hipertensi, diabetes, dll.), dan deteksi dini (pengukuran lingkar perut, tekanan darah).
Metode Pelatihan
- Pelatihan digital: Menggunakan platform Massive Open Online Course (MOOC) di LMS Kemenkes, seperti Plataran Sehat.
- Praktik kerja lapangan: Dilakukan setelah pelatihan daring untuk menerapkan keterampilan di Posyandu setempat.
- Pendampingan: Tim dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas memberikan pendampingan selama pelatihan dan praktik.
- Simulasi: Beberapa pelatihan juga menggunakan simulasi untuk melatih kader secara langsung.
Penilaian dan Sertifikasi
- Setelah mengikuti pelatihan, kader akan dinilai tingkat keterampilannya.
- Penilaian akan mengelompokkan kader menjadi tingkat purwa, madya, atau utama.
- Peserta yang lulus akan mendapatkan sertifikat atau tanda kecakapan.



