Bidang P2P

Deklarasi Stop BABS

Pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)

administrator | Senin, 23 Mei 2016 - 08:16:41 WIB | dibaca: 4915 pembaca

Pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat

Di Kota Metro

Oleh : Arivanda Jaya, S.KM.,ME.

(Kasi Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Metro)

 

Strategi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah upaya dalam rangka percepatan peningkatan akses terhadap sanitasi dasar di Indonesia sebagaimana tercantum dalam  RPJMN  tahun 2015-2019 adalah tersedianya universal access atau cakupan akses sebesar 100%  untuk air minum dan juga sanitasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 3 Tahun 2014 Tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.STBM merupakan suatu pendekatan untuk mengubah perilaku higine dan sanitasi melalui pemberdayaan dengan metode pemicuan, untuk sanitasi total di komunitas dengan pendekatan 5 Pilar STBM, yaitu ; 1.  Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS);  2. Cuci Tangan Pakai Sabun (CPTS);  3. Pengelolaan Makanan dan Minuman Rumah Tangga (PAM-RT); 4. Pengamanan Sampah Rumah Tangga (PS – RT); serta 5. Pengamanan limbah cair rumah tangga (PLC-RT).

Pelaksanaan program STBM di Kota Metro mulai dilaksanakan sejak tahun 2012 dengan melakukan pemicuan STBM di 2 (dua) kelurahan dan hingga sampai saat ini telah dilaksanakan pemicuan STBM di Kota Metro diseluruh kelurahan di Kota Metro.  Berdasarkan hasil study EHRA (Environmental Health Risk Assessment) di Kota Metro tahun 2013 dengan responden 1.056 orang yang tersebar di 22 kelurahan,  capaian 5 pilar STBM di Kota Metro diperoleh sebagai berikut :

     Masyarakat Kota Metro mayoritas untuk tempat buang air besar sudah menggunakan jamban pribadi sebanyak 89,1%, MCK/WC umum sebesar 6,63%, lainnya (numpang)5,2%.  Namun masih ada beberapa yang masih buang air besar di sungai 1,52%, WC helikopter 0,38%, lubang galian 0,38% , kebun 0,47%, selokan 0,57%.

     Dengan pertanyaan waktu kritis Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di lima waktu penting menunjukan bahwa baru 24,2% responden sudah melakukan CTPS dan 76,8% responden belum melakukan CTPS.

     Pengelolaan air minum rumah tangga di Kota Metro secara keseluruhan masih belum memenuhi persyaratan, sebanyak 62,1% menggunakan air terlindung dan sebanyak 37,9% masih menggunakan air beresiko tercemar. Dalam penanganan sumber air, sebanyak 95% responden mengolah air dengan cara direbus sebelum diminum dan memasak, hanya sebanyak 5% responden tidak mengolah.

     prosentase paling tinggi yang dilakukan masyarakat dalam pengelolan sampah adalah dengan cara dibakar sebesar 65,2%, prosentase terbesar kedua adalah dikumpulkan dan dibuang ke TPAS sebesar 18,5%.

     Pengelolaan limbah yang ada di Kota Metro, menunjukan bahwa 76,6% responden telah memiliki SPAL dan sebanyak 23,4% responden tidak memiliki SPAL.

 

Sampai dengan tahun 2016 capaian pilar 1 STBM yaitu kelurahan dengan Status Buang Air Besar Sembarangan di Kota Metro sampai baru mencapai 6 Kelurahan dari 22 Kelurahan (27,2%)  yaitu Kel. Margodadi, Kelurahan Bantul, Kel. Rejomulyo, Kel. Margorejo, Kel. Purwoasri dan Kel.Ganjar Agung. 

Hambatan – hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan program STBM di Kota Metro adalah  :

       Belum pahamnya masyarakat akan pentingnya program STBM.

       Pendekatan STBM masih pada aspek demand.

       Masih tingginya ketergantungan masyarakat akan bantuan pemerintah.

       Masih kurangnya koordinasi antar program dan antar sektor.

       Adanya keterbatasan anggaran.

 

Upaya – upaya yang telah dilakukan guna mengatasi hambatan yang dihadapi adalah :

1.   Melakukan advokasi dan sosialisasi program STBM dengan mensinergikan program STBM dengan Program Kota Sehat Kota Metro dan Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman (PPSP)

2.       Melakukan pelatihan kader tentang STBM di seluruh kelurahan dan membentuk kader STBM diseluruh kelurahan yang ada di Kota Metro dengan mengembangkan jejaring kerja STBM di tingkat kelurahan dengan melatih kader posyandu sebagai fasilitator STBM.

3.  Pemicuan STBM tidak hanya ditekankan pada kelompok penduduk yang masih buang air besar sembarangan tetapi juga melibatkan masyarakat setempat yang peduli terhadap kesehatan sehingga menimbulkan sikap solidaritas dan gotong royong diantara warga.

4.       Memanfaatkan peluang anggaran yang berasal dari dana Bantuan Operasional Kesehatan Puskesmas.

 

5.    Terbitnya Instruksi Walikota Metro Nomor 05 tahun 2016  tentang pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat di Kota Metro yang mengatur peranan lintas sektor secara terpadu dalam upaya percepatan pencapaian Kota Metro Stop BABS tahun 2017.










Komentar Via Website : 10
Cara Mengatasi Nyeri Dada Sebelah Kiri Secara Alami
27 Maret 2017 - 15:20:28 WIB
sakit dada sebelah kiri > http://ow.ly/YSNR30ahu8r
Cara Mengatasi Nyeri Dada Sebelah Kiri Secara Alami
27 Maret 2017 - 15:20:39 WIB
sakit dada sebelah kiri > http://ow.ly/YSNR30ahu8r
Nama Obat Sakit Perut Bagian Bawah
29 Maret 2017 - 14:29:39 WIB
sakit dada sebelah kiri > http://ow.ly/dMz530ambAk
Obat Herbal Untuk Kanker Prostat
03 Agustus 2017 - 07:29:59 WIB
Apa yang aku usahakan selama ini semoga hasilnya bisa memuaskan ? http://goo.gl/dzl0Su | http://goo.gl/gGH93O | http://goo.gl/YbkXwF | http://goo.gl/FiisTf | http://goo.gl/bn2KKF
G-Sea Jelly Gamat Emas
11 September 2017 - 10:14:04 WIB
Semangat untuk hari senin ini semoga membawa berkah ? http://goo.gl/RL9SPq | http://goo.gl/9ZlOUb | http://goo.gl/5oEgaV | http://goo.gl/YiUwMp | http://goo.gl/vwzKlU
Cara Mencegah Mata Berair Secara Alami
16 September 2017 - 10:44:13 WIB
Tetap bersyukur dengan apa yang didapatkan hari ini ? http://goo.gl/eCxD0r | http://goo.gl/8Wi28l | http://goo.gl/PwUkC9 | http://goo.gl/6NnHaz | http://goo.gl/3DsnpG
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)