Dinas Kesehatan Kota Metro


Disadur dari BULETIN JENDELA EPIDEMIOLOGI Volume 2 Agustus 2010

Tanda Klinis Pasien DBD

Rapat Tanggap DBD Bulan Februari 2019


Diagnosis Dini Penderita Demam Berdarah Dengue Dewasa (dr. Primal Sudjana, Sp, PD)

Penyakit akibat virus Dengue masih tetap merupakan masalah kesehatan masyarakat sampai saat ini. Meskipun angka mortalitas cenderung menurun namun angka morbiditas tetap. Penyebab penyakit ini sudah dikenal sejak lama yaitu virus Dengue. Infeksi virus Dengue pada manusia sudah lama ditemukan dan menyebar terutama di daerah tropik pada abad 18 dan 19 seiring dengan pesatnya perkembangan perdagangan antar benua. Vektor penyebar virus Dengue yaitu Aedes aegypti pun ikut menyebar bersama dengan kapal niaga tersebut. Sekarang ini disepakati bahwa dengue adalah suatu penyakit yang memiliki presentasi klinis bervariasi dengan perjalanan penyakit dan luaran (outcome) yang tidak dapat diramalkan.

Klasifikasi kasus yang disepakati sekarang adalah :

1. Dengue tanpa tanda bahaya (dengue without warning signs)

  • Bertempat tinggal di /bepergian ke daerah endemik dengue
  • Demam disertai 2 dari hal berikut : Mual, muntah, Ruam, Sakit dan nyeri, Uji torniket positif, Lekopenia.

2. Dengue dengan tanda bahaya (dengue with warning signs),

  • Tanda bahaya adalah : Nyeri perut atau kelembutannya, Muntah berkepanjangan, Terdapat akumulasi cairan, Perdarahan mukosa, Letargi, lemah, Pembesaran hati>2 cm, Kenaikan hematokrit seiring dengan penurunan jumlah trombosit yang cepat, Dengue dengan konfirmasi laboratorium (penting bila bukti kebocoran plasma tidak jelas)

3. Dengue berat (severe Dengue)

  • Kebocoran plasma berat, yang dapat menyebabkan syok (DSS), akumulasi cairan dengan distress pernafasan.
  • Perdarahan hebat, sesuai pertimbangan klinisi
  • Gangguan organ berat, hepar (AST atau ALT ≥ 1000, gangguan kesadaran, gangguan jantung dan organ lain)

Gambaran Klinis

Gambaran klinis penderita dengue terdiri atas 3 fase yaitu fase febris, fase kritis dan fase pemulihan.

Pada fase febris, Biasanya demam mendadak tinggi 2 – 7 hari, disertai muka kemerahan, eritema kulit, nyeri seluruh tubuh, mialgia, artralgia dan sakit kepala. Pada beberapa kasus ditemukan nyeri tenggorok, injeksi farings dan konjungtiva, anoreksia, mual dan muntah. Pada fase ini dapat pula ditemukan tanda perdarahan seperti ptekie, perdarahan mukosa, walaupun jarang dapat pula terjadi perdarahan pervaginam dan perdarahan gastrointestinal.

Fase kritis, terjadi pada hari 3 – 7 sakit dan ditandai dengan penurunan suhu tubuh disertai kenaikan permeabilitas kapiler dan timbulnya kebocoran plasma yang biasanya berlangsung selama 24 – 48 jam. Kebocoran plasma sering didahului oleh lekopeni progresif disertai penurunan hitung trombosit. Pada fase ini dapat terjadi syok.

Fase pemulihan, bila fase kritis terlewati maka terjadi pengembalian cairan dari ekstravaskuler ke intravaskuler secara perlahan pada 48 – 72 jam setelahnya. Keadaan umum penderita membaik, nafsu makan pulih kembali , hemodinamik stabil dan diuresis membaik.

Indikasi rawat inap

Penderita infeksi Dengue yang harus dirawat inap adalah seperti berikut. Bila ditemukan tanda bahaya, keluhan dan tanda hipotensi , perdarahan, gangguan organ (ginjal, hepar, jantung dan nerologik), kenaikan hematokrit pada pemeriksaan ulang, efusi pleura, asites, komorbiditas (kehamilan, diabetes mellitus, hipertensi, tukak petik dll), kondisi social tertentu (tinggal sendiri, jauh dari fasilitas kesehatan, transportasi sulit).


2 Komentar

  1. poder
    poder
    26 April 2019 - 13:08:44 WIB

    Dengue and malaria are two fatal disease. Scientist of malavi (the east african nation) discovered the vaccine of malaria.
    https://removepasswordwindows10.xyz/

  1. agus
    agus
    26 Mei 2019 - 06:36:19 WIB

    wah harus hati2 jika ada gejala seperti itu

    Indonesian Portal [ https://id.karinov.co.id/ ]
    Klik Teknologi [ https://www.kliktekno.id/ ]
    Harga Printer Indonesia [ https://www.dipocomp.net/ ]


Tulis Komentar

  • Facebook Fanpage

  • Polling

  • Tentang Kami

    Dinas Kesehatan Kota Metro merupakan instansi vertikal dari Pemerintah Kota Metro yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Dati II Way Kanan, Kabupaten Dati II Lampung Timur dan Kota Madya Dati II Metro (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 46, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3825), dan terakhir..